Saat Senyuman Para Oma Menyentuh Hatiku Yang Paling Dalam
Bulan lalu, kami para siswa/i SMP Santa Maria ikut kegiatan SMW atau Saint Mary’s Way. Jadi setiap kelompok punya tempat pelayanan masing-masing. Kelompok aku kebagian pergi ke Panti Wreda Nazareth yang ada di Jl. Cikutra No. 7, Cikutra, Kota Bandung. Sebelum berangkat, guru-guru ngingetin supaya kami tetap sopan, ramah, dan datang dengan hati yang tulus.
Saat sampai di sana, kami langsung diarahkan ke depan gereja yang ada di
sebelah panti. Di situ kami kumpul dulu, ngobrol sebentar, lalu foto bareng di bagian tengah gereja. Suasananya adem, tenang, dan bikin lebih siap buat mulai kegiatan. Sambil nunggu instruksi, aku dan teman-teman saling mengingatkan perannya masing masing, supaya nanti di dalam tidak canggung dan salah.
Begitu kami masuk ke area panti, para oma langsung nyambut kami dengan senyuman yang super hangat. Ada yang dadah, ada yang manggil kami, ada juga yang ketawa kecil karena senang lihat kami datang. Jujur, aku sempat kaget karena ternyata banyak oma yang masih sehat, kuat, dan ceria banget. Dari awal aja udah kerasa kalau kegiatan ini bakal jadi pengalaman yang berkesan.Setelah berkumpul di aula, kegiatan dibuka dengan doa bersama. Doanya
bikin hati kami tenang dan siap dalam melakukan kegiatan hari ini. Habis itu kami mulai hiburan buat oma-oma, yaitu nyanyi bareng. Aku dapat tugas jadi gitaris. Awalnya deg-degan karena takut salah chord, tapi pas lihat oma-oma senyum dan ikut nyanyi pelan-pelan, langung jadi lebih rileks. Aku juga bertugas jadi MC. Jujur waktu itu panik sedikit, soalnya belum siap mental. Tapi karena suasananya santai dan semua support, lama-lama aku enjoy juga.Setelah sesi nyanyi, kami ngajak oma-
oma main bola bareng. Kamu bermain lempar-lempar bola simple lalu yang dapat bola terakhir akan menjawab pertanyaan, memang mainnya simple. Tapi justru itu yang bikin seru. Oma-oma ketawa, semangat ngelempar balik, dan ada yang sampai minta main lagi. Dari situ aku sadar kalau kebahagiaan itu bisa datang dari hal kecil banget.
Habis main, kami istirahat dan makan snack. Snack-nya roti, tapi biarpun sederhana, suasananya hangat. Kami
bantu bukain plastik, bawain minum, bahkan nyuapin oma yang butuh bantuan. Kami bagiin rotinya satu per satu sambil ngobrol pelan. Banyak oma yang bilang terima kasih, dan itu bikin hati aku ikut meleleh. Rasanya senang banget bisa bikin orang lain merasa diperhatikan.
Sayangnya, aku gak bisa ikut sampai acara selesai. Aku harus pamit lebih dulu karena aku, Vander, dan Alben ada lomba basket di SMPN 31. Waktu pamit, rasanya sedih karena masih pengin nemenin oma-oma sampai akhir. Tapi aku juga senang karena sebelum pergi, kami sudah berusaha menghibur dan bikin mereka ketawa. Jadi setidaknya ada hal baik yang sudah kami lakukan.
See
1. Momen paling berkesan:
Buat aku, momen paling berkesan adalah waktu aku main gitar, jadi MC, dan nyanyi bareng oma-oma. Melihat oma-oma senyum, tepuk tangan, dan ikut nyanyi bikin hati aku hangat banget. Rasanya nyaman dan aman, kayak diterima apa adanya.
2. Apa yang aku lihat, dengar, dan rasakan:
Aku lihat oma-oma duduk rapi sambil senyum. Aku dengar suara lagu, tawa kecil, obrolan pelan, dan tepuk tangan. Aku merasa senang, terharu, bangga, dan bersyukur karena bisa ikut melayani dan bikin orang lain bahagia.
Judge
3. Nilai Bunda Maria yang aku temukan:
Menurut aku, nilai yang paling terasa adalah kerendahan hati dan pelayanan. Kami datang bukan buat pamer atau merasa keren, tapi benar-benar pengin nemenin, ngobrol, dan bikin oma-oma merasa dihargai. Itu ngingetin aku sama Bunda Maria yang selalu rendah hati dan siap melayani tanpa banyak bicara.
4. Di mana Allah hadir dalam pengalaman ini:
Aku merasa Allah hadir lewat senyum oma-oma. Dari senyum itu, aku ngerasa ada kedamaian kecil yang masuk ke hati. Allah juga hadir lewat keberanian yang muncul saat aku harus main gitar dan jadi MC. Yang sebelumnya aku takut tampil di depan, jadi berani untuk tampil di depan. Jadi aku percaya Tuhan ada di tengah-tengah kami.
ACT
5. Apa yang aku pelajari tentang diriku:
Aku baru sadar kalau aku sebenarnya bisa ambil peran, tampil, dan bantu orang lain, walaupun awalnya ragu dan gak percaya diri. Aku juga ternyata cukup sabar waktu bantuin oma makan atau ngobrol. Jadi, aku belajar buat lebih percaya diri dan gak terlalu mikir negatif tentang diri sendiri.
6. Tindakan kecil setelah pengalaman ini:
Mulai sekarang, aku pingin lebih peka sama sekitar. Misalnya nyapa teman yang keliatan sendirian, bantu kalau ada yang kesusahan, atau dengerin cerita orang tua di rumah. Hal kecil aja, tapi dilakukan dengan tulus dan rutin.
Bulan lalu, kami para siswa/i SMP Santa Maria ikut kegiatan SMW atau Saint Mary’s Way. Jadi setiap kelompok punya tempat pelayanan masing-masing. Kelompok aku kebagian pergi ke Panti Wreda Nazareth yang ada di Jl. Cikutra No. 7, Cikutra, Kota Bandung. Sebelum berangkat, guru-guru ngingetin supaya kami tetap sopan, ramah, dan datang dengan hati yang tulus.
Saat sampai di sana, kami langsung diarahkan ke depan gereja yang ada di
sebelah panti. Di situ kami kumpul dulu, ngobrol sebentar, lalu foto bareng di bagian tengah gereja. Suasananya adem, tenang, dan bikin lebih siap buat mulai kegiatan. Sambil nunggu instruksi, aku dan teman-teman saling mengingatkan perannya masing masing, supaya nanti di dalam tidak canggung dan salah.bikin hati kami tenang dan siap dalam melakukan kegiatan hari ini. Habis itu kami mulai hiburan buat oma-oma, yaitu nyanyi bareng. Aku dapat tugas jadi gitaris. Awalnya deg-degan karena takut salah chord, tapi pas lihat oma-oma senyum dan ikut nyanyi pelan-pelan, langung jadi lebih rileks. Aku juga bertugas jadi MC. Jujur waktu itu panik sedikit, soalnya belum siap mental. Tapi karena suasananya santai dan semua support, lama-lama aku enjoy juga.
Setelah sesi nyanyi, kami ngajak oma-
oma main bola bareng. Kamu bermain lempar-lempar bola simple lalu yang dapat bola terakhir akan menjawab pertanyaan, memang mainnya simple. Tapi justru itu yang bikin seru. Oma-oma ketawa, semangat ngelempar balik, dan ada yang sampai minta main lagi. Dari situ aku sadar kalau kebahagiaan itu bisa datang dari hal kecil banget.
Habis main, kami istirahat dan makan snack. Snack-nya roti, tapi biarpun sederhana, suasananya hangat. Kami
bantu bukain plastik, bawain minum, bahkan nyuapin oma yang butuh bantuan. Kami bagiin rotinya satu per satu sambil ngobrol pelan. Banyak oma yang bilang terima kasih, dan itu bikin hati aku ikut meleleh. Rasanya senang banget bisa bikin orang lain merasa diperhatikan.
Sayangnya, aku gak bisa ikut sampai acara selesai. Aku harus pamit lebih dulu karena aku, Vander, dan Alben ada lomba basket di SMPN 31. Waktu pamit, rasanya sedih karena masih pengin nemenin oma-oma sampai akhir. Tapi aku juga senang karena sebelum pergi, kami sudah berusaha menghibur dan bikin mereka ketawa. Jadi setidaknya ada hal baik yang sudah kami lakukan.
See
1. Momen paling berkesan:
Buat aku, momen paling berkesan adalah waktu aku main gitar, jadi MC, dan nyanyi bareng oma-oma. Melihat oma-oma senyum, tepuk tangan, dan ikut nyanyi bikin hati aku hangat banget. Rasanya nyaman dan aman, kayak diterima apa adanya.
2. Apa yang aku lihat, dengar, dan rasakan:
Aku lihat oma-oma duduk rapi sambil senyum. Aku dengar suara lagu, tawa kecil, obrolan pelan, dan tepuk tangan. Aku merasa senang, terharu, bangga, dan bersyukur karena bisa ikut melayani dan bikin orang lain bahagia.
Judge
3. Nilai Bunda Maria yang aku temukan:
Menurut aku, nilai yang paling terasa adalah kerendahan hati dan pelayanan. Kami datang bukan buat pamer atau merasa keren, tapi benar-benar pengin nemenin, ngobrol, dan bikin oma-oma merasa dihargai. Itu ngingetin aku sama Bunda Maria yang selalu rendah hati dan siap melayani tanpa banyak bicara.
4. Di mana Allah hadir dalam pengalaman ini:
Aku merasa Allah hadir lewat senyum oma-oma. Dari senyum itu, aku ngerasa ada kedamaian kecil yang masuk ke hati. Allah juga hadir lewat keberanian yang muncul saat aku harus main gitar dan jadi MC. Yang sebelumnya aku takut tampil di depan, jadi berani untuk tampil di depan. Jadi aku percaya Tuhan ada di tengah-tengah kami.
ACT
5. Apa yang aku pelajari tentang diriku:
Aku baru sadar kalau aku sebenarnya bisa ambil peran, tampil, dan bantu orang lain, walaupun awalnya ragu dan gak percaya diri. Aku juga ternyata cukup sabar waktu bantuin oma makan atau ngobrol. Jadi, aku belajar buat lebih percaya diri dan gak terlalu mikir negatif tentang diri sendiri.
6. Tindakan kecil setelah pengalaman ini:
Mulai sekarang, aku pingin lebih peka sama sekitar. Misalnya nyapa teman yang keliatan sendirian, bantu kalau ada yang kesusahan, atau dengerin cerita orang tua di rumah. Hal kecil aja, tapi dilakukan dengan tulus dan rutin.






Komentar
Posting Komentar